'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PENGUKUHAN PDA TEMANGGUNG
04 November 2016 21:34 WIB | dibaca 736
Pengukuhan dan serah terima jabatan PDA Temanggung periode muktamar ke-47 2015-2020  telah dilaksanakan pada tanggal 16 Rojab 1437 H bertepatan dengan 24 April 2016. Acara Pengukuhan dilaksanakan di tempat yang sama dengan pelaksanaan Pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung. Pengukuhan dan serah terima jabatan bertempat di Graha Bumi Phala Kompleks Setda Temanggung.  
 
Acara dihadiri oleh seluruh perwakilan cabang dan ranting di Kabupaten Temanggung, sejumlah tamu undangan dan beberapa pejabat  SKPD Kabupaten Temanggung. Bupati Temanggung Drs. H. Mulyadi Bambang Sukarno menyampaikan sambutannya pada acara tersebut. Menurut H. Bisyron Muhtar, S. Ag. (mantan Ketua PDM Temanggung periode Muktamar ke-46), satu hal yang menjadi permintaan beliau yang belum terjawab adalah berdirinya perguruan tinggi Muhammdiyah di Temanggung
Sebagian  hadirin dari 'Aisyiyah
Rangkaian acara yang antara lain memuat sambutan dari PWM Prof. Dr. H. Yusuf Suyono, MA. menyebutkan bahwa  menjadi pimpinan di Muhammadiyah harus siap belajar dari filosofi  buah kelapa. Sejak awal pengambilan buahnya, kelapa selalu mendapat tekanan keras, dibanting, dijatuhkan dari atas pohon dan bahkan di luar Jawa yang mengambil dan membantingnya pun bisa jadi binatang (sejenis monyet yang dipekerjakan). Setelah terjatuh dan terbanting, kelapa akan dikupas dengan cara ditusuk kulit luarnya, dicabuti dan dilepas kulit pelindung luarnya. Masih belum cukup, setelah jadi kelapa gulung, dia akan di pukul (jawa : gepuk) hingga  terlihat daging buahnya. Kembali proses melepas batok adalah proses yang menyakitkan. Pun demikian, untuk bisa dimanfaatkan daging buahnya, kelapa masih harus mejalani proses, dikupas kulitnya, diparut dan diperas. Setelah dimasukkan ke dalam makanan, dia tidak akan mendapat nama  dalam masakan. Gulai atau rendang padang yang enak karena kelapa, sama sekali tidak menyebut kata kelapa dalam nama masakannya. 
 
Menurut Prof Yusuf, hanya ada dua nama sebutan untuk kelapa di dalam makanan. Dua nama tersebut adalah kelapa kopyor dan kelapa muda.   Kelapa kopyor  yang terkesan mewah adalah melambangkan bahwa jika ingin  kemewahan maka seorang kader Muhammadiyah diibaratkan sebagai kelapa kopyor, sedangkan jika masih menginginkan nama baik karena ber-Muhammadiyah, bisa dipastikan dia adalah kader muda. Muda dalam artian belum matang menjadi seorang kader. Masih ingin mendapat pujian dan sejenisnya. Maka, filosofi kelapa ini cocok sekali menjadi sebuah pelajaran keikhlasan menjadi kader Muhammadiyah. 
 
 
Seluruh Pimpinan Daerah Aisyiyah (44 orang)

 

Pengukuhan oleh PWA 
Acara inti Tausiyah diberikan oleh Bapak Prof DR. H. Amin Rais, MA. yang mengingatkan seluruh kader Muhammadiyah untuk meningkatkan kembali semangat ber-infaq dan berzakat di kalangan Muhammadiyah. 
 
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari